Kamis, 27 Juni 2013

Kala pagi itu ~~ sad ending :|

*sebelum membaca maupun sesudah, jangan lupa tinggalkan jejak kalian... aku akan menghargai semua itu \^_^/




=KALA PAGI ITU

Pagi yang indah nan menawan kini ku rasakan lagi. Kesegaran tiada tara kini dapat ku hirup kembali. Sunyi . Sepi . Sejuk, tak kan mampu digantikan oleh apapun.
Tetesan air mata dari dedaunan. . . Tiupan lembut angin. . . Dan paduan suara burung - burung, seakan ini bagai di surga.

kehidupan ku kini akan kumulai. saat ini . detik ini . dan nafas ini.
saat aku membuka mata ku, ini lah aku.

aku bukan lah seorang dewa. dan dewa bukan lah aku
sedetik berlalu..semenit berlalu..
maaf kan aku . ampuni aku . kini hanya engkau yang ada disamping ku

Reynald Auvoidsh adalah nama pemberian orang tua ku yang hingga saat ini aku tidak tau apa artinya. Aku berprofesi sebagai dokter disalah satu rumah sakit terkenal di Jakarta. Hidupku di Jakarta bagai rerumputan kering di pinggir jalan. Terlihat nyaman, indah, dan sejuk tetapi tidak ada yang memperdulikan. Perasaan sedih, gembira, susah, aku rasakan sejak kejadian itu terjadi. Sebelum adanya kejadian itu hidup ku di penuhi dengan kebahagiaan. Entah itu sedih, susah, maupun galau aku tetap merasa bahagia. Sampai seseorang pernah beranggapan bahwa aku memiliki kelainan jiwa. Saat ayah dan ibu ku meninggal secara bersamaan aku tetap dalam suasana hati yang gembira walau hati ini merasa sangat kehilangan.

Kini aku bukan yang dulu. Sejak aku bertemu dengan nya, sejak mata ku bertatapan dengan mata nya, aku tau bahwa dia adalah cinta.

"Dok..apa anda baik - baik saja?" tegur salah seorang wanita dengan baju putih – putih dan topi berbentuk prisma yang melekat di tubuhnya.
Dengan terkejut aku menjawab "owh, apa?".
"Sepertinya anda dari tadi menatap wanita itu. Apa anda menyukainya."
"Apa kau gila. Mana mungkin aku menyukai pasien."
"Ahh dasar dokter. Setiap anda menatap seorang wanita dalam 3detik mereka pasti akan menyukai anda."
"Kau ini bicara apa. Sudah sana kembali bekerja."
"Dokter muda, tampan, mapan, sukses, kenapa belum punya pacar??" tanyanya dengan memasang wajah mupeng.
"Aku tidak pernah memikirkan itu sebelumnya, sudah . sudah apa kau tidak ada kerjaan?”
"Hari ini jadwal saya free dok. Apa saya perlu membantu sesuatu?"
"Mana mungkin itu terjadi, sudah pergi sana."
"Baiklah dok, sampai jumpa esok pagi."
"Eh tunggu sus, apa kamu tau sesuatu dari wanita tadi?"
"Owh nona Keiko, dia pasien baru dokter frans. Baru sebulan kemarin dia menjadi pasien nya, mungkin sebentar lagi jadi pasien anda dok."
"Dokter frans? apa dia punya penyakit kronis?"
"Rumor nya seperti itu dok, tapi dari apa yang saya lihat sepertinya..." dengan wajah penuh tanda tanya.
"Sepertinya apa? Katakan sejujurnya."
"Sepertinya begitu dok. Tapi dok, sebentar lagi dokter Frans akan ke luar negeri mungkin anda harus siap – siap dok."
"Ya, saya sudah tahu. Sudah terimakasih, kamu bisa pergi sekarang”.

Setelah seminggu berlalu, pasien pertama yang telah menarik hati ku kini menjadi pasien tetapku. Dari semua proses pemeriksaan dan penelitian, di ketahui bahwa dia menjangkit suatu penyakit kronis. Sejak saat itu aku menjadi sosok yang berbeda. Sejak saat itu pula aku menyadari bahwa aku telah jatuh cinta.

Cinta ternyata indah. membuat seseorang menjadi gila. Bertingkah konyol. Berfikir kolot dan ahh...masih banyak lagi.

Tetapi, saat cinta itu datang, rasa menyesal pun datang. Kenapa aku harus menjadi dokter? ?.
Kenapa aku harus menjadi dokter pribadinya? ?. Kenapa dia adalah pasien ku? dan kenapa aku harus bertemu dengannya.

Rasa menyesalku muncul ketika aku tau bahwa dia memiliki penyakit kanker sum-sum tulang belakang. Rasa menyesalku bertambah saat aku mengetahui stadium yang ia alami. Ia telah mencapai stadium akhir dan aku tak tau apa yang harus aku lakukan.

haruskah aku berkorban atau aku harus menolongnya meski itu sia – sia. Akan kah aku menyatakan perasaanku kepada nya sebelum dia pergi dari dunia ini. Tuhan.. selamatkan lah dia, ,demi aku lakukan lah tuhan.

Sepanjang hari aku berdoa untuk kesembuhannya. Setiap detik . Menit kulalui bersama nya
bukan sebagai dokter dan pasien tetapi sebagai seorang anak muda.

Sejak seminggu yang lalu aku mulai dekat dengan nya. Kedekatannya dengan ku diawali saat dia putus asa mengahadapi penyakitnya. Semua perkataan ku kepada nya di terima dengan senyum di bibir nya.

Kini perasaan ku mulai mantap kepada nya. Dia seorang wanita muda yang memiliki paras cantik, tubuh seorang model, dan perkataan seorang miss indonesia.

Wanita ini sangat cerdas. Setiap obrolan kita selalu nyambung. Tidak ada masalah diantara kita
kecuali, kepercayaan kita..
Aku mengakui tuhan itu satu. Tapi, tuhan kita yang tidak sama.

Setiap malam aku selalu berdoa untuknya.
"Tuhan ku, selamatkanlah, lindungilah cintaku yang bersujud disana".
Dan disetiap malam pula wanita itu (Keiko) selalu mendoakan ku sesuai kepercayaan nya.
"Ya Allah. hanya kepada mu aku meminta. selamatkanlah, lindungilah pangeran hati ku yang berdiri didepan salib di ujung jalan sana".
Mereka berdua pun berdoa yang tak pernah mereka sangka bahwa doa mereka selalu sama.
"tuhanku"
"ya allah"
"dia lah nafasku. dia lah anugrah dari mu. relakan aku untuk nya. gantilah dia dengan aku."
"tuhan yesus.. aku berbakti pada mu"
"ya allah.. tiada tuhan selain engkau"
"dengarlah keinginan ku tuhan"
"dengarlah keinginan ku ya allah"

Setelah sekian lama mereka berdoa ditempat mereka masing-masing, ditengah jalan mereka pun saling bertemu.
"keiko, bagaimana kabarmu"
"aku baik dok, apa kau baik - baik saja?"
"aku selalu baik asalkan melihat kau juga baik"

Jam sudah menunjukkan pukul 05.00 pagi. Seperti biasa aku pergi menuju gereja di ujung jalan.
Disisi lain, keiko masih di dalam masjid untuk berdoa. Mereka berdoa untuk kekasih hati mereka masing – masing. Berdoa bagi keselamatan, kesetiaan mereka, dan keihlasan mereka untuk menggantikan kepergian satu sama lain.
Mereka pun tidak pernah ketinggalan untuk mendoakan cinta sejati mereka. Berkorban apapun mereka siap asal kan salah satu dari mereka dapat hidup dengan bahagia

Tetapi, takdir berkata lain. . .

Hari yang paling ditunggu oleh keluarga keiko untuk mengoprasi keiko pun tiba. Tepat pukul 11.00 mereka telah menandatangani surat perjanjian pengoprasian. Semua persyaratan telah dipenuhi. Persiapan yang sangat matang sudah dipersiapkan. Mental keiko  pun sudah siap.
Dan saat hari-H untuk oprasi sudah tiba, ternyata sang dokter cinta tidak ada disana

2jam..3jam..5jam..
Akhirnya operasi menegangkan itu pun usai. Keiko masih tak sadarkan diri sampai 2 hari. Saat 2hari berlalu, akhirnya dia pun terbangun dari mimpi indahnya.

Tepat saat pukul 5.30 pagi hari, keiko melewati sebuah gereja kecil di rumah sakit. Ia melihat sesosok bayangan yang tak asing baginya. Saat ia mengejar nya, bayangan itu pun hilang bagai tertiup angin. Tetapi saat ia berbalik ternyata sang pemilik bayangan itu telah didepan matanya
dan itu adalah Dokter Reynald.
Perasaan bahagia, senang, dan gembira kini mulai di rasakan keiko. Permata hati nya selama ini selalu ada disampingnya.
Walau dari dekat ia tidak bisa melihatnya, tapi dari hati ia akan melihatnya

Setelah bertemu beberapa menit dan berbicara segala hal mereka pun harus berpisah. Perasaan aneh muncul dalam benak keiko. Tidak seperti biasa dokter Ray terlihat pucat dan tidak bersemangat. Tubuh nya menjadi lebih kurus dari tubuh seorang pecandu narkoba.


Jawaban atas pertanyaan nya pun akhirnya muncul..



Perjalanan menuju ruang kamar, keiko bertemu dengan orangtua nya. Orang tua keiko berjalan bersama memunggunginya. Keiko mumbuntuti mereka sampai disuatu tempat yang wangi, bersih, dan rapi. Ternyata itu adalah ruang dokter yang mengoprasinya. Dari semua percakapan yang mereka bicarakan, keiko menarik kesimpulan. Ternyata selama ini pendonor sum-sum tulang belakang adalah permata hati. Pangeran hati"dokter Raynaldi"

Nafasnya bagai tercekat di tenggorokan. Jantung berhenti berdetak. Dan kaki - kaki itu seakan tak menempel di tanah. Air mata yang seharusnya air mata kebahagiaan kini menjadi kesedihan. Kenapa harus dia??. kenapa bukan orang lain??. dan kenapa aku harus hidup??.

Tepat pukul 12.00 keiko mengikuti mobil dokter cinta itu menuju gereja favouritnya. Dengan menahan rasa sakit ditubuhnya, dokter muda itu turun dari mobil. Keiko melihat nya dengan perasaan sedih dan bersalah. Ia menangis setiap melihat langkah kaki dokter itu. Ia menangis melihat dokter itu akan jatuh. Ia menangis saat ia mengetahui bahwa ternyata terjadi sesuatu pada dokter itu. Dokter itu hanya bisa pasrah menghadapi cobaan dirinya.

Setelah berdoa di dalam gereja, dokter itu pun keluar untuk segera memeriksakan keadaannya
tetapi sesuatu yang tidak asing baginya muncul dihadapannya. Mereka menangis bersama,
berpegangan tangan, dan saling berpelukan. Ternyata benar terjadi sesuatu pada dokter muda itu. Setelah menjalani oprasi diketahui bahwa dokter itu mengalami komplikasi

Mereka tidak hentinya berpegangan tangan. Seakan mereka tidak malu menjadi perhatian banyak orang.

Akhirnya, merekapun memutuskan untuk pergi ke taman di seberang jalan. Saat mereka menyebrang jalan yang tak asing bagi mereka itu, tiba - tiba sebuah mobil kijang ber plat nomor D 1 3  melaju kencang tanpa memperhatikan apa yang ada di depannya.

Keiko dan dokter muda itu pun terpental mengenai badan aspal. Dokter itu tergeletak di aspal dengan keiko di atas tubuhnya. Sekujur wajah mereka di selimuti oleh darah. Senyum bahagia dan air mata senang hilang terhapus oleh lumuran darah. Suara tangis tawa mereka tergantikan dengan jeritan histeria orang – orang.


            cinta sesuatu yang indah,
            pengorbanan akhir cinta,
            perjuangan cinta,
            dan kasih sayang cinta,
            semua itu terwujud dari perasaan cinta.
            bahagia,
            senang,
            dan sedih, hal lumrah bagi cinta
            tetapi suatu tindakan mulai awal sampai akhir
            demi cinta
            itu lah hal yang luar biasa bagi cinta.

Tidak ada komentar: