inilah aku sang
pemimpi. disaat mata ku terpejam maupun terbuka aku tetap saja bermimpi.
sedikit aneh, tapi inilah kenyataan.
menjalani hidup
yang serba semu ini membuat ku menjadi seorang yang penuh dengan mimpi. sangat
enak jika memikirkan mimpi. ada kalanya mimpi yang bahagia ada kalanya juga
menyengsarakan.
penuh dramatis
dan ironis. itulah kehidupan sesungguhnya dari seorang pemimpi. akankah semua
itu memanglah mimpi?? atau mungkin hayalan?? mungkin sukar bagi ku membedakan
antara mana mimpi dan yang mana hayalan seperti halnya membedakan duluan mana
cicak atau telurnya, sungguh ambigu. membingungkan sekaligus membosankan antara
kehidupan sang pemimpi dan sang penghayal. memiliki kesamaan dalam
berhalusinasi tapi berbeda dikehidupan pribadi.
seorang
mengatakan, "bermimpilah sebanyak kalian mau sebelum mimpi itu
dilarang". mungkin benar selagi ada kesempatan bermimpi kenapa nggak, tapi benarkah dilarang? so bullshit.
bermimpi akan
membawa kita kepada hidup yang indah, itulah kata bapak motivator. jika kata
ku, "bermimpi membuat mu telena. bermimpi membuat mu tergoda. bermimpi
membuat mu susah."
cukuplah bapak
motivator yang berkata dan cukup saja lah aku hanya mendengar. mengerikan hidup
sebagai pemimpi. didalam dunia kata-kata bermimpi sungguh membahagiakan tapi
jika didunia nyata mimpi itu mengenaskan.
bermimpi menjadi
seseorang yang kaya raya penuh dengan harta emas wanita-wanita cantik dan
laki-laki tampan hanya lah sebuah dongeng. jika kita mengharapkan hidup didunia
fairytale itu tandanya kita adalah orang bodoh yang dibodohi oleh orang bodoh.
didalam dunia fairy tale hidup sang bintang utama berawal dari sad menjadi
happinese tapi jika kita lihat lagi, opening kisah sang bintang utama sungguh
kasihan dan sengsara yang dialami cukup lama tapi, pada closing kisah nya
berubah menjadi bahagia padahal bahagia nya hanya dengan menikah bebas dari
kesengasaraan dan THE END udah gitu aja menyedihkan hidup fairy tale itu.
kembali ke
pembahasan mimpi.
"adek.. udah
malam bobok ya" kata ibu sambil memeluk tubuh mungil ku.
"bu, dingin
bu.." sambil menggigil.
"iya dek ibu
tau, adek sabar sebentar ya. hidup kita akan segera berubah kok dek, walau
sekarang rumah kita hanya sebuah gubuk kecil tapi kita akan segera punya rumah
mewah."
"benarkah
itu bu??"
"iya sayang.
asalkan kamu mau sabar menghadapi semua ini. karena sebentar lagi kita akan ada
diatas bukan dibawah."
"akankah ibu
berjanji??"
"memang ibu
tidak bisa berjanji, tapi fikirkanlah apa yang akan kamu lakukan kalau kita
punya rumah besar dan mewahhhh sekali...."
"owh ibu .
ibu, ada kolam renang nya juga?!"
"iya tentu
saja sayang. ditaman belakang akan ada kolam renang untuk kamu saja."
"ibu, nanti
kamarku penuh dengan gambar barbie"
"tentu saja,
bukan hanya barbie tapi juga semua tokoh disney"
"iyey..
asikk, terus terus apa lagi bu??"
"dibagian
ruang tamu kita akan terpasang bingkai foto ayah, ibu, dan adek. nanti
disamping rumah kita akan ibu bangun taman bunga juga tempat bermain buat adek.
nanti seharian adek bisa main disana, belajar sama ibu disana, dan berkemah
disana. adek cukup duduk diam dan santai sementara pembantu-pembantu kita yang
akan melayani adek. bersabarlah dek, hidupmu ngga akan selalu menyedihkan
seperti ini."
setelah beberapa
lama aku pun tertidur pulas. dengan semua bayangan dan pandangan ku kedepan aku
berfikir keras. MUNGKINKAH ITU??
Menakjubkan.
setelah aku membuka mataku aku ga percaya bahwa itu aku. saat mata mungilku ini
terbuka aku melihat diriku didepan cermin berbingkai emas dengan aku
didalamnya. aku terlihat cantik, imut, dan terurus. aku begitu bersih dan
wangi. sempat aku mengira bayang cermin itu adalah lukisan tapi ternyata bukan
itu adalah aku.
beberapa saat
kemudian aku menyadari bahwa sekelilingku berubah. dinding kamar yang dulu
hanya dari bambu kini berubah menjadi tembok hasil perpaduan antara tumpukan
batu bata dan semen. aku terperanjat kaget. dari 1000 pertanyaan yang ada
difikiran ku hanya pertanyaan ke-1001 yang dapat dijawab. LUAR BIASA.
aku memandangi
sekelilingku. atap kamar bocor kini menjadi langit-langit. tempat tidur tua dan
sudah habis dimakan rayap kini menjadi kasur empuk tanpa decitan dan patahan.
semua benda dikamar ku didominasi oleh tokoh disney dan barbie. yang pastinya
serba PINK.
otak ku berputar
360 derajat dan akhirnya aku pun teringat. mungkinkah ini yang dikatakan ibu?
mungkinkah ini transformasiku menjadi orang kaya? mungkinkah? mungkinkah?
pertanyaan serba
mungkin terus bergentayangan diotakku. seperti ombak dahsyat yang selalu
bergoyang kesana kemari tanpa bisa dihentikan. detik itu juga aku berfikir
mungkinkah ibuku ibu peri??
"ibu..ibu..ibu
dimana?" sambil lari-lari mencari ibu yang entah dimana
"iya dek,
ibu disini"
"ibu, lihat
pakaian ku bu.. dan lihat juga rambutku"
'ah iya, ibu
sudah tau. kamu cantik sekali"
"cantik ku
seperti ibu.."
"iya.. adek
cntik seperti ibu" sambil memangku ku
"ibu,
mungkinkah ibu itu ibu peri?"
"apa? mana
mungkin ibu itu ibu peri.. jika ibu adalah ibu peri lalu adek apa?"
"anaknya ibu
peri.. jadi, anak peri.."
"hahaha.
mana mungkin anak ibu peri adalah anak peri."
"kalau
begitu adek akan jadi cinderella. biar bu peri selalu membantu adek.."
"tentu saja.
ibu peri akan selalu menolong adek cinderella tapi kalau adek cinderella udah
bahagia bu peri ga bisa ketemu dan menolong adek cinderella lagi dongg."
"kalau
begitu adek akan menjadi putri viona."
"yaahh. ibu
jadi bu peri yang jahat dong."
"kalau
begitu, adek akan jadi barbie dan ibu menjadi peri tumbelina."
"tumebelina
itu masih anak-anak sayangg, ibukan sudah ibu-ibu.."
"oh iya ya.
lalu ibu ingin menjadi apa?"
"ibu igin
menjdi ibunya adek."
"itu bukan
keinginan bu, tapi takdir."
"karena itu
lah ibu mencintai takdir ini."
"benarkah??"
"tentu saja
sayangkuu" sambil menciun=m keningku
"aku sayang
ibuu.." dengan memeluk erat tubuh ibu ku.
setelah beberapa
lama, hidupku berubah dari sedih menjadi bahagia, susah - indah, sengasara -
menyenangkan. itulah hidupku dari bawah kini keatas. sangat menyenangkan. aku
takperlu lagi tidur di kasur yang dingin, basah, dan keras. kini tidak perlu
lagi aku mengeluh sakit punggung saat bangun tidur. tidak perlu lagi menyalakan
lilin dimalam hari. yang lebih penting tidak perlu lagi bagiku untuk
brjalan kesana-kemari dijalan raya dengan tangan menengadah. memasang wajah
melas dan pura-pura kesakitan. aku menyukai hidupku ini. bebas asap dan
kebisingan. kemarin wajah ku hitam pekat seperti habis terkena oli kini berubah
menjadi putih bersih dan cerah seperti terkena cat air warna putih.
seperti mimpi
hidupku saat ini. jika ini mimpi kenapa aku tidak segera bangun?? jika ini mimpi kenapa aku bisa merasakan rasa nya
senang sedih dan bahagia??.
hidupku seperti
menang lotre undian berhadiah milyaran rupiah. mengasyikan sampai sampai yang
mengalami menjadi ke-asyikan. aku berharap jika ini mimpi aku tidak terbangun
sampai kiamat menjemput. mungkin itu adalah harapan yang konyol tapi ini lah
kebenarannya.
walaupun aku
masih anak-anak, aku merasakan bahwa ini sungguh ganjil. beribu pertanyaan ku
fikirkan. milyaran pertanyaan ku utarakan. tapi, yang kudapat kan hanyalah
'ZERO ANSWER'.
mungkinkah ini
benar benar aku?. mungkin kah ini sungguh dunia ku? mungkinkah ini memang
takdirku??
tetapi, seiring
berjalannya waktu aku mulai menyadari bahwa ini bukanlah kehidupanku. kehidupan
ku yang sesungguhnya penuh dengan kerja keras. tapi, kehidupanku kini penuh
dengan NOTHING. aku mulai merasa muak dan bosan. sudah beribu cara ku lakukan agar tak bosan, tapi apa?? rasa bosan
itu kini kian menghampiri seperti penagih hutang, semakin kamu sering
menemuinya semakin sering kamu merasa bosan meski beribu cara kamu gunakan
untuk menghindarinya.
sejak pertama
hingga kini ratusan bahkan ribuan pertanyaan terbenam didalam kepala ku. entah
itu tersurat ataupun tersirat pertanyaan-pertanyaan itu selalu membuntutiku.
akhirnya aku pun memutuskan.
"tuhan..
mungkinkah ini dunia ku tuhan? aku lelah tuhan. sadarkan aku tuhan. aku terlalu
terbuai akan semua ilusi ini. semua ini terlihat nyata tapi terasa semu.
dengarlah aku tuhan.."
kini aku sadar.
sadar penuh tanpa embel-embel apapun. aku bermimpi. mimpi yang menakutkan. aku
sudah terbuai akan semua itu. mimpi ku membawa ku terbang setinggi-tinggi nya
dan jatuh sedalam-dalamnya. menyakitkan. tak bisa dibayangkan bagaimana aku
bisa melakukan semua hal menyakitkan ini. jika ada pilihan, aku ingin memilih
hidup dalam dunia nyata bukan dunia mimpi. bukan dunia maya dan dunia fana tapi
DUNIA NYATA.
saat aku membuka
mata ku ini aku sesungguhnya. ini lah rumahku sesungguhnya dan inilah duniaku
yang nyata.