Minggu, 28 Juli 2013

SANG PEMIMPI


inilah aku sang pemimpi. disaat mata ku terpejam maupun terbuka aku tetap saja bermimpi. sedikit aneh, tapi inilah kenyataan.

menjalani hidup yang serba semu ini membuat ku menjadi seorang yang penuh dengan mimpi. sangat enak jika memikirkan mimpi. ada kalanya mimpi yang bahagia ada kalanya juga menyengsarakan.

penuh dramatis dan ironis. itulah kehidupan sesungguhnya dari seorang pemimpi. akankah semua itu memanglah mimpi?? atau mungkin hayalan?? mungkin sukar bagi ku membedakan antara mana mimpi dan yang mana hayalan seperti halnya membedakan duluan mana cicak atau telurnya, sungguh ambigu. membingungkan sekaligus membosankan antara kehidupan sang pemimpi dan sang penghayal. memiliki kesamaan dalam berhalusinasi tapi berbeda dikehidupan pribadi.

seorang mengatakan, "bermimpilah sebanyak kalian mau sebelum mimpi itu dilarang". mungkin benar selagi ada kesempatan bermimpi kenapa nggak, tapi benarkah dilarang? so bullshit.
bermimpi akan membawa kita kepada hidup yang indah, itulah kata bapak motivator. jika kata ku, "bermimpi membuat mu telena. bermimpi membuat mu tergoda. bermimpi membuat mu susah."
cukuplah bapak motivator yang berkata dan cukup saja lah aku hanya mendengar. mengerikan hidup sebagai pemimpi. didalam dunia kata-kata bermimpi sungguh membahagiakan tapi jika didunia nyata mimpi itu mengenaskan.

bermimpi menjadi seseorang yang kaya raya penuh dengan harta emas wanita-wanita cantik dan laki-laki tampan hanya lah sebuah dongeng. jika kita mengharapkan hidup didunia fairytale itu tandanya kita adalah orang bodoh yang dibodohi oleh orang bodoh. didalam dunia fairy tale hidup sang bintang utama berawal dari sad menjadi happinese tapi jika kita lihat lagi, opening kisah sang bintang utama sungguh kasihan dan sengsara yang dialami cukup lama tapi, pada closing kisah nya berubah menjadi bahagia padahal bahagia nya hanya dengan menikah bebas dari kesengasaraan dan THE END udah gitu aja menyedihkan hidup fairy tale itu.

kembali ke pembahasan mimpi.

"adek.. udah malam bobok ya" kata ibu sambil memeluk tubuh mungil ku.
"bu, dingin bu.." sambil menggigil.
"iya dek ibu tau, adek sabar sebentar ya. hidup kita akan segera berubah kok dek, walau sekarang rumah kita hanya sebuah gubuk kecil tapi kita akan segera punya rumah mewah."
"benarkah itu bu??"
"iya sayang. asalkan kamu mau sabar menghadapi semua ini. karena sebentar lagi kita akan ada diatas bukan dibawah."
"akankah ibu berjanji??"
"memang ibu tidak bisa berjanji, tapi fikirkanlah apa yang akan kamu lakukan kalau kita punya rumah besar dan mewahhhh sekali...."
"owh ibu . ibu, ada kolam renang nya juga?!"
"iya tentu saja sayang. ditaman belakang akan ada kolam renang untuk kamu saja."
"ibu, nanti kamarku penuh dengan gambar barbie"
"tentu saja, bukan hanya barbie tapi juga semua tokoh disney"
"iyey.. asikk, terus terus apa lagi bu??"
"dibagian ruang tamu kita akan terpasang bingkai foto ayah, ibu, dan adek. nanti disamping rumah kita akan ibu bangun taman bunga juga tempat bermain buat adek. nanti seharian adek bisa main disana, belajar sama ibu disana, dan berkemah disana. adek cukup duduk diam dan santai sementara pembantu-pembantu kita yang akan melayani adek. bersabarlah dek, hidupmu ngga akan selalu menyedihkan seperti ini."

setelah beberapa lama aku pun tertidur pulas. dengan semua bayangan dan pandangan ku kedepan aku berfikir keras. MUNGKINKAH ITU??

Menakjubkan. setelah aku membuka mataku aku ga percaya bahwa itu aku. saat mata mungilku ini terbuka aku melihat diriku didepan cermin berbingkai emas dengan aku didalamnya. aku terlihat cantik, imut, dan terurus. aku begitu bersih dan wangi. sempat aku mengira bayang cermin itu adalah lukisan tapi ternyata bukan itu adalah aku.

beberapa saat kemudian aku menyadari bahwa sekelilingku berubah. dinding kamar yang dulu hanya dari bambu kini berubah menjadi tembok hasil perpaduan antara tumpukan batu bata dan semen. aku terperanjat kaget. dari 1000 pertanyaan yang ada difikiran ku hanya pertanyaan ke-1001 yang dapat dijawab. LUAR BIASA.

aku memandangi sekelilingku. atap kamar bocor kini menjadi langit-langit. tempat tidur tua dan sudah habis dimakan rayap kini menjadi kasur empuk tanpa decitan dan patahan. semua benda dikamar ku didominasi oleh tokoh disney dan barbie. yang pastinya serba PINK.
otak ku berputar 360 derajat dan akhirnya aku pun teringat. mungkinkah ini yang dikatakan ibu? mungkinkah ini transformasiku menjadi orang kaya? mungkinkah? mungkinkah?

pertanyaan serba mungkin terus bergentayangan diotakku. seperti ombak dahsyat yang selalu bergoyang kesana kemari tanpa bisa dihentikan. detik itu juga aku berfikir mungkinkah ibuku ibu peri??

"ibu..ibu..ibu dimana?" sambil lari-lari mencari ibu yang entah dimana
"iya dek, ibu disini"
"ibu, lihat pakaian ku bu.. dan lihat juga rambutku"
'ah iya, ibu sudah tau. kamu cantik sekali"
"cantik ku seperti ibu.."
"iya.. adek cntik seperti ibu" sambil memangku ku
"ibu, mungkinkah ibu itu ibu peri?"
"apa? mana mungkin ibu itu ibu peri.. jika ibu adalah ibu peri lalu adek apa?"
"anaknya ibu peri.. jadi, anak peri.."
"hahaha. mana mungkin anak ibu peri adalah anak peri."
"kalau begitu adek akan jadi cinderella. biar bu peri selalu membantu adek.."
"tentu saja. ibu peri akan selalu menolong adek cinderella tapi kalau adek cinderella udah bahagia bu peri ga bisa ketemu dan menolong adek cinderella lagi dongg."
"kalau begitu adek akan menjadi putri viona."
"yaahh. ibu jadi bu peri yang jahat dong."
"kalau begitu, adek akan jadi barbie dan ibu menjadi peri tumbelina."
"tumebelina itu masih anak-anak sayangg, ibukan sudah ibu-ibu.."
"oh iya ya. lalu ibu ingin menjadi apa?"
"ibu igin menjdi ibunya adek."
"itu bukan keinginan bu, tapi takdir."
"karena itu lah ibu mencintai takdir ini."
"benarkah??"
"tentu saja sayangkuu" sambil menciun=m keningku
"aku sayang ibuu.." dengan memeluk erat tubuh ibu ku.

setelah beberapa lama, hidupku berubah dari sedih menjadi bahagia, susah - indah, sengasara - menyenangkan. itulah hidupku dari bawah kini keatas. sangat menyenangkan. aku takperlu lagi tidur di kasur yang dingin, basah, dan keras. kini tidak perlu lagi aku mengeluh sakit punggung saat bangun tidur. tidak perlu lagi menyalakan lilin dimalam hari. yang lebih penting tidak perlu lagi bagiku untuk brjalan kesana-kemari dijalan raya dengan tangan menengadah. memasang wajah melas dan pura-pura kesakitan. aku menyukai hidupku ini. bebas asap dan kebisingan. kemarin wajah ku hitam pekat seperti habis terkena oli kini berubah menjadi putih bersih dan cerah seperti terkena cat air warna putih.

seperti mimpi hidupku saat ini. jika ini mimpi kenapa aku tidak segera bangun?? jika ini  mimpi kenapa aku bisa merasakan rasa nya senang sedih dan bahagia??.

hidupku seperti menang lotre undian berhadiah milyaran rupiah. mengasyikan sampai sampai yang mengalami menjadi ke-asyikan. aku berharap jika ini mimpi aku tidak terbangun sampai kiamat menjemput. mungkin itu adalah harapan yang konyol tapi ini lah kebenarannya.

walaupun aku masih anak-anak, aku merasakan bahwa ini sungguh ganjil. beribu pertanyaan ku fikirkan. milyaran pertanyaan ku utarakan. tapi, yang kudapat kan hanyalah 'ZERO ANSWER'.

mungkinkah ini benar benar aku?. mungkin kah ini sungguh dunia ku? mungkinkah ini memang takdirku??

tetapi, seiring berjalannya waktu aku mulai menyadari bahwa ini bukanlah kehidupanku. kehidupan ku yang sesungguhnya penuh dengan kerja keras. tapi, kehidupanku kini penuh dengan NOTHING. aku mulai merasa muak dan bosan. sudah beribu cara ku  lakukan agar tak bosan, tapi apa?? rasa bosan itu kini kian menghampiri seperti penagih hutang, semakin kamu sering menemuinya semakin sering kamu merasa bosan meski beribu cara kamu gunakan untuk menghindarinya.

sejak pertama hingga kini ratusan bahkan ribuan pertanyaan terbenam didalam kepala ku. entah itu tersurat ataupun tersirat pertanyaan-pertanyaan itu selalu membuntutiku. akhirnya aku pun memutuskan.

"tuhan.. mungkinkah ini dunia ku tuhan? aku lelah tuhan. sadarkan aku tuhan. aku terlalu terbuai akan semua ilusi ini. semua ini terlihat nyata tapi terasa semu. dengarlah aku tuhan.."

kini aku sadar. sadar penuh tanpa embel-embel apapun. aku bermimpi. mimpi yang menakutkan. aku sudah terbuai akan semua itu. mimpi ku membawa ku terbang setinggi-tinggi nya dan jatuh sedalam-dalamnya. menyakitkan. tak bisa dibayangkan bagaimana aku bisa melakukan semua hal menyakitkan ini. jika ada pilihan, aku ingin memilih hidup dalam dunia nyata bukan dunia mimpi. bukan dunia maya dan dunia fana tapi DUNIA NYATA.

saat aku membuka mata ku ini aku sesungguhnya. ini lah rumahku sesungguhnya dan inilah duniaku yang nyata.

Tidak ada komentar: